Hubungan Islam dan Sains

Hubungan Islam dan Sains tidak lepas dari kemajuan dan kemunduran sains dalam peradaban Islam. Umat Islam mulai mempelajari atau melakukan penafsiran ilmiah sejak generasi pertama sampai abad ke-lima hijriyah hingga menjadikan diri mereka sebagai pelopor Ilmu pengetahuan di seluruh penjuru dunia, umat Islam telah menjadi pelopor dalam research tentang alam, sekaligus sebagai masyarakat pertama dalam sejarah ilmu pengetahuan yang melakukan experimental science atau ilmu thabi’i berdasarkan percobaan yang kemudian berkembang menjadi applied science atau technology.


Baca selengkapnya »

Strategi Pengembangan Sains dan Teknologi

Strategi pengembangan sains teknologi di dunia islam pada masa kini dan mendatang salah satunya adalah dengan cara Menciptaan paradigma baru tentang sains dan teknologi, paradigma yang dimaksud adalah cara pandang terhadap sains dan teknologi, studi sains dan teknologi menjadi bagian dari studi Islam (ontologi, epistemologi, dan aksiologi), paradigma ini tidak lagi memisahkan sains dan teknologi dalam posisi yang diametral dengan agama, tetapi sains-teknologi bagian dari agama.

1. Ontologi Sains dan Teknologi
Bahwa secara ontologis, untuk memahami Allah SWT, dapat dilakukan melalui ayat-ayat qauliyyah dan kauniyyah., lebih dari 750 ayat al-Qur’an membahas tentang fenomena alam

Baca selengkapnya »

Tipologi Hubungan Sains dan Agama


Isu hubungan agama dan sains tidak selalu diisi dengan pertentangan dan ketidaksesuaian antara keduanya, banyak kalangan yang berusaha mencari hubungan antar keduanya, kalangan lain beranggapan bahwa agama dan sains tidak akan pernah dapat ditemukan, keduanya adalah entitas yang berbeda, memiliki wilayah masing-masing yang terpisah baik segi objek formal-material (ontologi), metode penelitian (epistemologi), serta peran yang dimainkan (aksiologi).
Di akhir dasawarsa tahun 90-an, di Amerika Serikat dan Eropa Barat khususnya, berkembang diskusi tentang sains (ilmu pengetahuan) dan agama (kitab suci). Diskusi dimulai oleh Ian G. Barbour yang mengemukakan teori “Empat Tipologi Hubungan Sains (Ilmu Pengetahuan) dan Agama (Kitab Suci)”.

Baca selengkapnya »

Puncak Konflik Agama dan Sains

Agama dan sains adalah dua hal yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Agama adalah semesta tempat tinggal manusia dimana manusia dapat menemukan makna dan inti dari kehidupan, sedangkan sains adalah sesuatu yang dapat mengurai dan menjelaskan keunikan dari alam semesta. Sekalipun antara keduanya memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, tidak berarti hubungan keduanya berjalan harmonis dan tanpa masalah. Hubungan antara keduanya pernah mengalami pasang surut. Sepanjang sejarah kehidupan, kita dapat menyaksikan bagaimana sains dan agama senantiasa "bertarung" untuk memperoleh simpati dan dukungan. Sains dan agama adalah dua wajah yang berbeda dan karena hal ini pulalah hubungan di antara keduanya lebih banyak diwarnai ketegangan ketimbang oleh semangat saling melengkapi dan menyempurnakan. Dalam prespektif agama, sains adalah produk dunia yang perlu dijauhi dan menjaga jarak karena akan merusak doktrin agama.

Baca selengkapnya »

Postingan Lebih Baru Postingan Lama