Oktober 2012

Puncak Konflik Agama dan Sains

Agama dan sains adalah dua hal yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Agama adalah semesta tempat tinggal manusia dimana manusia dapat menemukan makna dan inti dari kehidupan, sedangkan sains adalah sesuatu yang dapat mengurai dan menjelaskan keunikan dari alam semesta. Sekalipun antara keduanya memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, tidak berarti hubungan keduanya berjalan harmonis dan tanpa masalah. Hubungan antara keduanya pernah mengalami pasang surut. Sepanjang sejarah kehidupan, kita dapat menyaksikan bagaimana sains dan agama senantiasa "bertarung" untuk memperoleh simpati dan dukungan. Sains dan agama adalah dua wajah yang berbeda dan karena hal ini pulalah hubungan di antara keduanya lebih banyak diwarnai ketegangan ketimbang oleh semangat saling melengkapi dan menyempurnakan. Dalam prespektif agama, sains adalah produk dunia yang perlu dijauhi dan menjaga jarak karena akan merusak doktrin agama.

Baca selengkapnya »

Pendekatan Hubungan Agama dengan Sains


Pengertian Agama bagi orang merupakan suatu kepercayaan atau keyakinan yang nantinya akan menuntun umatnya kepada kebahagiaan, yang akan membawa kepada tempat keabadian atau yang disebut surga. Agama dan sains kadang sulit untuk berkembang bersama. Hal ini dapat terjadi karena konsep-konsep yang ada dalam agama dapat dipatahkan oleh konsep-konsep yang dapat dijelaskan secara jelas dan bukti-bukti yang nyata yaitu konsep yang bersumber dari ilmu pengetahuan dan sains.

Baca selengkapnya »

Dampak Positif dan Negatif Paradigma Newton


Ketika Isac Newton membacakan bukunya yang berjudul Principiae philoshopiae matematica, di depan Royal Society of London, lebih dari 300 tahun yang lalu, yaitu pada abad ke-17, tepatnya pada tanggal 28 April 1686. Dampak paling besar terhadap perkembangan pemikiran ilmu pengetahuan ditimbukan oleh volume ketiga dari Principae tersebut yang berjudul The System of World, yang berisi hukum universal tentang gravitasi atau gaya tarik bumi. Namun, kalau kita lihat secara keseluruhan, buku Newton tersebut berisikan tentang berbagai hukum dasar tentang gerakan disertai dengan rumusan-rumusan yang jelas tentang beberapa konsep fundamental, seperti konsep tentang materi, massa atau berat dari materi, kecepatan, percepatan, inertia, dan sebagainya. Teori –teori yang termuat dalam buku Newton inilah yang kemudian dikenal dengan hukum-hukum dasar Mekanika Klasik.

Sejak saat itulah perkembangan ilmu pengetahuan beserta aplikasi teknologi dan industrialnya mengikuti konsep-konsep dasar Newton. Dan paradigma newton ini berkembang ke semua ilmu, termasuk dalam ilmu-ilmu sosial. Karena sifatnya yang deterministic dan mekanistik, linier, sehingga dalam pradigma Newtonian itu seolah-olah hanya ada satu solusi.

Baca selengkapnya »

Sains Modern

Para ahli sejarah sepakat bahwa sejarah perkembangan sains modern beserta aplikasi teknologi yang ada sekarang diawali oleh Newton (mekanika klasik). Sejak saat itulah perkembangan ilmu pengetahuan beserta aplikasi teknologi dan industrialnya mengikuti konsep-konsep dasar Newton. Maka lahirlah apa yang dikenal dengan sejarah ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai munculnya  Newton paradigma atau paradigma Newtonian. Sesuai dengan konsep-konsep Newton, maka paradigma Newton ini bersifat mekanistik deterministic, yaitu apabila kondisi awal dari sesuatu dapat ditentukan terlebih dahulu secara benar dan akurat, maka kondisi berikutnya dapat diprediksi secara lebih benar dan akurat. Misalnya, kalau suatu kendaraan bergerak dengan kecepatan 60km. Perjam menempuh jarak 120km, maka kita dapat memprediksikan dia akan sampai ke tempat tujuan dalam waktu 2 jam.

Inilah paradigma Newtonian, dan paradigma ini berkembang ke semua ilmu, termasuk dalam ilmu-ilmu social. Karena sifatnya yang deterministic dan mekanistik, linier, sehingga dalam pradigma Newtonian itu seolah-olah hanya ada satu solusi.

Baca selengkapnya »

Konflik Antara Agama dan Sains


Konflik antara agama dan sains telah dimulai sejak abad 15, yakni ketika Galileo menentang teori geosentris (bumi merupakan pusat tata surya) yang dianut oleh gereja. Galileo dianggap mengingkari keyakinan agamanya (kristen) bahwa bumi adalah pusat edar tata surya, galileo meyakini  bahwa paham heliosentrislah yang benar yakni matahari adalah pusat edar tata surya. Manusia tidak bisa menerima dua pandangan tersebut sekaligus, mereka harus memilih heliussentries yang merupakan pandangan sains ataukah geosentris yang merupakan pandangan Gereja (Agama). Jika memilih Heliossentris maka konsekwensinya akan dianggap murtad dan melawan agama, sedangkan jika memilih geosentris maka akan terjadi pengingkaran terhadap suatu kenyataan alamiah tentang alam semesta.

Baca selengkapnya »

Historisitas Hubungan Agama dan Sains - Pengantar

Sejarah hubungan antara agama dan sains bisa dilihat dari pemikiran-pemikiran yang dilakukan oleh para penemu-penemu di bidang sains yang menimbulkan pertentangan-pertentangan. pemikiran pertama yakni pada abad ke 15 yang dilakukan oleh Galileo yang membalik ide gereja bahwa bumi sebagai pusat tatasurya diganti menjadi bahwa mataharilah sebagai pusat tatasurya.

Kemudian pada abad ke 17 lahirlah Issac Newton yang membalik hukum gerak yang pernah dikemukakan oleh Arestoteles, Arestoteles mengatakan bahwa pada dasarnya benda-benda itu diam sehingga membutuhkan penggerak di luar dirinya, konsekwensi dari konsep ini maka memerlukan Tuhan sebagai penyebab pertama(caausa prima), Tuhan dalam pandangan Arestoteles masih mempunyai peranan.

Baca selengkapnya »

Postingan Lebih Baru